Pedagang Ikan Tradisonal Kelurahan Buol Gelar Aksi Pengrusakan Pasar Ikan

INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL::Kamis tanggal 09 November 2018 pukul sekira 12.15 Wita bertempat pasar ikan /pasar sentral Buol Jl. Ir. Karim Mbow Kel. Buol Kececamatan Biau Kabupaten. Buol telah di lakukan pengrusakan fasilitas tempat penjual ikan oleh para para penjual ikan. Pengurasakan yang di lakukan oleh para penjual ikan tersebut sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dinilai kurang perhatian dalam menertibkan para penjual ikan liar yang berada pada sepanjang jalan, mulai dari pertokoan sampai ke jembatan Buol sehingga para pembeli ikan tidak lagi datang ke pasar ikan tetap untuk membeli ikan mengakibatkan para pedagang ikan tetap pada pasar ikan mengalami penurunan hasil jualan mereka

Salah Satu toko pemuda masyarakat kelurahan buol TONI TOS di temui media indonesiasatu.id,warga keluarhan Buol, pekerjaan penjual ikan, alamat Lingkungan Bendar, Kelurahan. Buol. Yang bersangkutan mengatakan bahwa

"sejak dua bulan terakhir ini pasar ikan sudah sepi sudah jarang pembeli datang untuk membeli ikan. Hal tersebut di karenakan para penjual ikan sudah tidak menjual lagi di tempat yang telah di sediakan oleh pemerintah sebagai tempat yang resmi untuk menjual ikan. Di samping itu pula saat di lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Kab Buol pada tanggal 24 September 2018 dengan menghasilkan rekomendasi untuk menunggu relokasi pasar agar para penjual ikan yang di jalan Jalan dapat di tertibkan kembali untuk menjual di dalam pasar ."kata TONI

Menurut TONI Dari hasil RDP yang menghasilkan rekomendasi tersebut berikut petikannya 1.Wajib yang menempati Pasar baru harus benar benar orang yang beraktifitas sebagai pedagang ikan, daging ayam dan sayur di pasar lama 2. Selama Relokasi tidak bole pungut biaya dari pihak manapun 3. Penjabutan nomor undian di lakukan di DPRD. 4. Sejak Oktober sampai 31 Desember 2018 Jangan dulu dipungut biaya retribusi 5. proses pemindahan penghuni pasar lama disesuaikan dengan jumlah kesiapan fasilitas yang telah tersedia di pasar baru.

Lebih kata Toni Tos hal itu yang tidak di indahkan kemungkinan besar kejadian yang terjadi sebagai bentuk kekecewaan terhadap para penjual ikan yang ada dalam pasar karena para penjual ikan lainya sudah tidak menjual lagi di tempat khusus untuk menjual melainkan menjual di pinggir pinggir jalan sepanjang pertokoan sampai jembatan Buol. Hal ini tidak ada lagi kepedulian pemerintah terhadap pasar, khususnya pasar ikan yang ada sekarang ini, mungkin itu penyebabnya sehingga tempat tempat tersebut di rusak oleh para penjual  yang ada dalam pasar. Mereka berpikir bahwa fasilitas yang ada tidak di gunakan lagi,dikarenakan ada rencana pasar akan di relokasi oleh pemerintah.sehingga para penjual menganggap terjadi pembiaran

Sampai berta ini diterbitkan untuk konfirmasi pemerintah kelurahan lurah buol Masita Kunding S.sos untuk ditemui media ini tidak berada ditempat sehingga berita ini naik ceta..***Rahmat

  • Whatsapp

Index Berita