Proses Hukum Ganti Rugi Lahan Kelurahan Kampung Bugis Terus Bergulir

INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL- Proses Hukum Ganti Rugi Lahan Rencana Pembangunan Rumah Nelayan Dikelurahan Kampung Bugis Kecamatan Biau kabupaten Buol terus dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh Tim Lahan(Panitia Sembilan)oleh kejaksaan negeri buol.

Dimana yang terlibat abd Hamid Lakuntu sebagai ketua tim.Priono BM Rajak.Helmi Lainjong(Bagian Adpum)kepala dinas Tataruang(Asrarudin)kepala dinas pertanian dan peternakan(Iberahim Rasid)kepala dinas lingkungan hidup(Syamsudin Tagigo)kepala badan pertanahan buol buol(Suparno).kepala dinas Keuangan kabupaten buol(Arianto Riu)serta salah satu pemilik lahan(Taher)

Pemeriksaan sejumlah pejabat daerah tersebut karena diduga pada pembayaran ganti rugi lahan tahun anggaran 2016 yang lalu terjadi selisih harga Dari yang ditetapkan pada Nilai Objek Pajak(NJOP)Rp.36.000 Permeter namun dalam DPA berjumlah Rp.65.000 Permeter sehingga Rincian sementara kerugian keuangan negara ditaksir sekitar (Rp.2,2 Miliard)disebutkan oleh inspektorat kabupaten buol Yamin Rahim dan kejaksaan negeri buol melalui kasi intel kejari I Nengah Hardika 

Kepala seksi pidana khusus(Kasi Pidsus)kejaksaan negeri buol ketika di temui dikantornya menjelaskan

"saat ini kami masih terus mengundang pejabat tehnik yang masuk dalam tim pembebasan lahan untuk di mintai keterangan terkait temuan tahun 2016." ungkap Kepala seksi pidana khusus Noviar Rizaly SH kepada media ini kamis 05/07/2018

Dia mengatakan untuk tiga(3) orang kemarin yang di undang untuk di mintai keterangan masing-masing mantan kepala Badan Pertanahan kabupaten buol(Suparno)Kepala Bagian Adpum(Helmi Lainjong)dan Pemilik lahan(Tahir) , kasus pembebasan lahan di kampung bugis ini akan menjadi prioritas untuk di tuntaskan sehingga di percepat proses pengambilan keterangan kepada pejabat tehnik untuk selanjutnya akan di tingkatkan dalam tahap penyidikan.

Di Jelaskannya kejaksaan untuk sekarang belum bisa memastikan siapa saja pejabat yang menjadi aktor di balik kasus pembebasan lahan untuk persiapan rumah nelayan di kelurahan kampung bugis tahun 2016 lalu sehingga pihaknya belum bisa memastikan siapa-siapa yang akan di tetapkan sebagai tersangka sebab saat ini masih dalam tahap penyelidikan pidsus

Namun pihaknya akan terus melakukan tahapan pemeriksaan kepada pejabat tehnik yang terkait masuk dalam tim Sembilan saat itu guna melengkapi barang bukti (Babuk)

Lebih lanjut kata kasi pidsus''kita tetap optimis untuk mempercepat proses penyelesaian kasus ini sampai tuntas."Tanda kasi pidsus.(rahmat)

  • Whatsapp

Index Berita